DAUD MERASA TIDAK MALU KETIKA DIRINYA TELANJANG

Jika ada orang yang telanjang dihadapan kamu,apakah kamu akan menganggap dia itu sebagai orang yang normal ataukah akan menganggapnya sebagai orang yang gila? Sebab bagaimana mungkin ada orang yang normal dan berakal,mau telanjang dihadapan umum,yang ada juga sikap seperti itu dimiliki oleh “orang yang gila”.Jika orang yang normal saja dan orang itu adalah orang yang biasa saja sudah dianggap gila,karena berani telanjang bulat.Bagaimana jika ada seorang nabi yang berani melakukan perbuatan itu,apakah akan dianggap gila juga?Mari kawan kita simak kegilaan dari seorang nabi,yang “katanya” kakeknya yesus.

2 samuel 6 : 20 – 22

Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!“Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: “Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, –di hadapan TUHAN aku menari-nari,bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati.”

Seorang nabi dikritik oleh orang lain,bukannya merasa malu dan merasa bersalah atas perbuatannya itu malah berani mengeluarkan kata-kata pembelaan dan membenarkan kalau perbuatannya itu adalah perbuatan yang baik dan sampai-sampai dirinya pun siap untuk melakukan perbuatan yang lebih hina seperti itu.

Jika daud saja suka telanjang dan dijadikan sebagai nabi,lalu apa bedanya dia dengan pemain film porno yang sama-sama suka telanjang dan bahkan suka melakukan perbuatan zinah?

 

1 Komentar

  1. menelanjangi diri, bukan berarti melepaskan semua pakaian yang di kenakan. coba baca dari ayat pertama samapi tuntas, dan pemikiran lebih di perluas lagi y…
    di ayat sebelum nya, mikhal berkata seperti ini.

    16. Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya. ” memandang renda diri daud ” sama arti nya mempermalukan diri sendiri, dimana daud adalah raja israel. dan kata menelanjangi diri nya ( daud ) arti nya, bersikap seperti bukan seorang raja israel. maka nya di ayat berikut nya, daud berkata ” “Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, –di hadapan TUHAN aku menari-nari,bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati.”

    so..lebih di perluas lagi pola pikiran dan persepsi qt dalam suatu perumpamaan, sehingga qt tidak menelanjangi diri kita sendiri , di depan orang2 yang memiliki wawasan yang lebih dari qt.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s